kontak kami

sandra pratama sutrisno telp. 085624802265

alamat farm :
jl. PLTA cirata no.18 rt.01/04 desa ciharashas kec. cipeundeuy kab. bandung barat jawabarat tel. 022-6971044
email : sandrapratama@ymail.com

http://pratamafarm.blogspot.com/

Rabu, 23 Februari 2011

jika aku menjadi


Jika Aku Menjadi Masyarakat Desa
Saya akan membuka Peternakan Domba “Pratama farm”

Desa merupakan daerah yang berpotensi sebagai penghasil sektor pertanian. Subsektor peternakan dan perikanan merupakan sumber daya yang dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan suatu produksi yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat desa tersebut. Kesadaran masyarakat desa yang masih kurang untuk memanfaatkan potensi yang ada di desa menyebabkan masyarakat desa cenderung tertinggal dari masyarakat kota.
Saya sebagai mahasiswa peternakan jika menjadi masyarakat desa akan membuat suatu usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan yaitu membuka usaha peternakan domba kemitraan dengan masyarakat yang tidak mempunyai biaya untuk membeli domba. Sistem kemitraan yang d anut yaitu kekeluargaan. Pola kemitraan merupakan bentuk kerjasama antara dua belah pihak ataupun lebih untuk mendapatkan keuntungan atau keberhasilan usaha Peternakan. kemitraan juga merupakan suatu cara untuk mengembangkan usaha lebih besar dan membantu perekonomian masyarakat kecil.
Bentuk kerjasama atau pola kemitraan yang dijalankan Pola kemitraan inti-plasma merupakan kerja sama antara pemilik domba dengan peternak kecil atau peternak yang mempunyai modal sedikit atau tidak mempunyai modal.mereka hanya menyediakan kandang. Setiap kelompok ternak mempunyai koordinator kelompok atau Pembina kelompok.
Setiap kelompok ternak mempunyai koordinator kelompok atau Pembina kelompok. Pola kemitraan Inti-plasma pada satu daerah terdapat 100 ekor Domba Garut dan setiap anggota kelompoknya memelihara 2-5 ekor ternak. Keuntungan yang diperoleh setiap peternak 50%, koordinator 10%, pratama fam 40%. Setiap peternak diberikan domba 2-5 ekor, domba yang siap panen di beli oleh pratama fam, peternak pun boleh menjual domba ke pihak lain asalkan harga lebih tinggi. Domba yang diberikan ada 2 jenis yaitu :
Breeding merupakan ternak yang diberikan untuk pembibitan. Indukan yang diberikan kepada ternak sudah bunting selama satu bulan. Sehingga peternak mempunyai kepastian untuk mendapatkan keuntungan. Peternak akan mendapatkan keuntungan yaitu dari anakan yang dilahirkan indukan. Sistem bagi hasilnya bukan berdasarkan fisik seperti dikalangan masyarakat namun berupai nilai uang (rupiah). Nilai uang yang diperoleh dari berat badan anakan perkilo bobot badan hidup, persatu kilogram dihargai Rp. 35.000,- berdasarkan dari nilai mata uang dinar terhadap rupiah.jadi harga dapat berubah sesuai dengan keadaan mata uang dinar terhadap rupiah. Selain dari dinar faktor penentu harga yaitu inflasi dan kompetitor. Siklus pada inti-plasma yaitu sepuluh bulan pada bulan pertama ternak berada di pratama farm dalam keadaan bunting. Pada bulan kedua ternak berada di Peternak Plasma dalam keadaan bunting.Pada bulan keenam induk lahir, bulan kesembilan rotasi indukan lama diganti dengan indukan baru yang sudah bunting, pada bulan kesupuluh anakan ditarik ke Pratama farm dan pembagian keuntungan. Kompensasi jika ternak tidak bunting yaitu Pratama Farm mengganti biaya pakan selama ternak berada di peternak plasma yaitu sehari seribu untuk satu ekor. Dan mengganti dengan ternak yang bunting tua.
Fattening merupakan kemitraan ternak yang diberikan kepada peternak untuk penggemukan. domba yang diberikan kepada peternak yaitu ternak yang sudah lepas sapih yang berumur sekitar 3 bulan dan panen setiap 5 bulan dan ternak ditarik oleh Pratama Farm menjelang kurban jika domba sudah cukup umur. Pembagian keuntungan pada fattening atau penggemukan yaitu pada saat domba datang ditimbang berat badan awalnya dan pada lima bulan atau saat domba ditarik oleh Pratama Farm ditimbang berat badan akhir. Berat badan akhir dikurangi berat badan awal.
Seleksi calon Peternak mitra yang belum pernah memelihara domba mulai kebingungan manakala domba terkena penyakit misalnya, domba tidak mau makan ataupun domba tiba-tiba mengalami kematian. Pemilik ternak tidak mampu berbuat banyak karena ia pun belum mengerti pengetahuan beternak domba. Tanpa bermaksud meragukan kemampuan peternak desa namun inilah kenyataan yang seringkali ditemukan di lapangan, bahkan karena frustasinya dan tidak mau menanggung kerugian pada akhirnya bisa jadi si pemelihara ternak menjual ternak domba tanpa seijin pemiliknya ataupun ternak diberikan kepada warga lainnya tanpa sepengetahuan pemiliknya, banyak cerita beberapa pemilik ternak yang mengatakan bila mereka merugi karena domba-domba yang dititipkan ke masyarakat banyak yang sakit, hilang, dijual ataupun mati. Disinilah arti pentingnya proses seleksi yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu oleh pemilik ternak terhadap calon peternak mitra yang akan memelihara dombanya nanti. Stelah melakukan seleksi diadakan suatu kursus atau pelatihan mengenai pemeliharaan domba yang baik dan benar.
Dengan memelihara domba masyarakat desa akan mendapatkan suatu penghasilan tambahan bahkan bisa menjadikan penghasilan utama bagi masyarakat desa.

Selasa, 22 Februari 2011

Flu burung, teror bagi peternak unggas

terdengar kembali berita mengenai flu burung atau virus H5N1 akhir-akhir ini banyak diberitakan di beberapa media. Penyebaran virus H5N1 yang telah mematikan ratusan unggas di Desa/Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebabkan pengusaha telur di Desa tersebut bangkrut dan beralih menjadi buruh tani. ini lah kenyataan bahwa indonesia sebagai negara agraris yang mempunyai potensi dalam bidang peternakan, tetapi masih tidak bisa mengendalikan penyakit unggas yang berbahaya ini padahal H5N1 sudah pernah melanda indonesia sudah lama.